oleh : Dwiki Ananto Yudo
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ.
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. At-Taubah: 18)
Ketika kondisi Mekah sudah sangat tidak kondusif, Jibril datang menemui Rasulullah untuk menyampaikan pesan dari Allah agar Rasulullah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari tekanan demi tekanan dari musuh. Rasulullah beserta para sahabatnya melakukan sebuah perjalanan panjang menuju Madinah. Dengan membawa sanak famili dan beberapa kebutuhan penunjang hidup. Pada saat berada di Madinah, Rasulullah mendirikan Masjid Quba’, masjid yang dibangun atas dasar iman dan takwa tersebut merupakan Masjid yang pertama kali didirikan Rasulullah.
Setelah Rasulullah melakukan pembangunan Masjid Quba’, Rasulullah kembali membangun Masjid Nabawi. Dari Masjid Nabawi tersebut Rasulullah berhasil mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Hal tersebut harus menjadi perhatian penting buat kita, bahwa dari Masjid kita bisa menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada sehingga tidak ada lagi perpecahan dan ukhuwah Islamiyah itu bisa terjalin.
Dari sejarah singkat perjalanan hijrah Rasulullah tersebut kita bisa lihat bagaimana Masjid memiliki peranan penting bagi Rasulullah sehingga hal itulah yang pertama kali dipikirkan Rasulullah untuk mendukung misi ke-Rasulannya. Dari Masjid tersebut Rasulullah melakukan proses pembinaan terhadap pengikutnya sehingga terbentuklah manusia-manusia yang kompeten untuk mendukung setiap langkah Rasulullah.
Salah satu orang yang mendapat pembinaan dari Rasulullah langsung ketika itu adalah Ibnu Abbas, sesosok remaja itu tak lain adalah keponakan Rasulullah sendiri. Ibnu Abbas, yang memiliki nama asli Abdullah Bin Abbas, merupakan sesosok remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Berkat rasa keingintahuannya yang tinggi membuat ia menjadi kebanggaan para sahabat dan bahkan Rasulullah. Berkat proses pembinaan yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap Ibnu Abbas di Masjid yang baru dibangun, membuat ia menjadi seorang remaja yang memiliki ilmu dan semangat juang yang sangat tinggi
Masjid mempunyai peranan yang sangat penting bagi umat Islam, karena dari masjid kita bisa mengembangkan berbagai aspek kehidupan. Hal itu juga yang dicontohkan Rasulullah kepada kita bagaimana Rasulullah menjadikan Masjid sebagai tempat untuk mengembangkan perekonomian, sosial, dan gaya hidup. Dari masjid kita tidak hanya bisa melakukan ibadah yang bersifat ritual saja, namun kita bisa membuat sesuatu yang besar dalam bermuamalah. Sedangkan remaja memiliki 3 karakter yang khas, yaitu Agent of Change, Iron Stock, dan Moral Force.
Pada surat At-Taubah: 18 Allah mengatakan bahwa orang-orang yang memakmurkan Masjid merupakan orang yang beriman. Dalam hal ini Allah sangat mengistimewakan orang-orang yang memakmurkan Masjid sehingga dikatakan bahwa hanya orang-orang yang memakmurkan Masjid ialah orang-orang yang beriman. Begitu spesialnya orang-orang yang memakmurkan masjid sehingga Allah menaruh perhatian terhadapnya.
Dari proses sejarah yang panjang tersebut, kita bisa menarik kesimpulan bahwasanya kebangkitan umat Islam berawal dari Masjid dan jika dilakukan oleh remaja maka akan sangat besar dampaknya bagi peradaban. Pembentukan peradaban yang dilakukan Rasulullah dimulai dari Masjid. Karena dari masjid proses pembinaan yang efektif dapat dilakukan, persatuan Islam dapat ditegakkan, dan kebangkitan Islam dapat segera terwujud.
Allohua’lam bishowab.
Ketua Forum Silaturahim Remaja Masjid dan Musholla se-Cipinang Melayu. [Profil Selengkapnya]
MODEL PENGORGANISASIAN REMAJA MASJID
Kebenaran yang tidak tertata rapih akan dapat dikalahkan oleh kebatilan yang tertata rapih, demikian sebuah ungkapan yang pernah dikatakan Umar Ibnul Khattab khalifah ke 2 dalam sejarah islam. Ungkapan singkat yang sarat makna ini mendorong kita untuk menata dengan baik semua kerja-kerja dakwah, karena ternyata kebatilan itu begitu terencana dan terorganisir dengan baik oleh penegak-penegak kebatilan yang hakikatnya adalah musuh-musuh islam yang ingin menghancurkan kejayaan agama Allah ini.
Sebuah kebenaran tentunya harus diperjuangkan secara terencana dan terorganisir menyerupai barisan yang kokoh, sebagimana taujihat robbani dalam surat Ash Shaff ayat ke 4 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan barisan yang teratur seakan-akan merupakan bangunan yang amat kokoh.”
Aktifitas dakwah dan sumber daya manusia yang beragam dapat dialokasikan secara cermat dan tepat dalam wadah organisasi yang disediakan. Masing-masing bekerja sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing dalam koridor ‘amal jama’i. Beban dakwah ditanggung bersama-sama sehingga terasa ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Dengan demikian, diharapkan pencapaian sasaran-sasaran dakwah dapat terlaksana dengan baik.
Penataan dan pengorganisasian yang baik kegiatan dakwah remaja masjid adalah sebuah keharusan, karena dakwah remaja masjid memberikan dampak yang besar terhadap proses pembentukan masyarakat dan lingkungan yang islami. Ada banyak jenis pengorganisasian remaja masjid, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan daya dukung dari remaja masjid dimana mereka berada.
Pemilihan Jenis Organisasi Remaja Masjid
Jenis organisasi apabila ditinjau dari segi wewenang, tanggungjawab maupun hubungan kerjanya dapat dibedakan dalam berbagai macam. Jenis-jenis organisasi dapat kita jumpai dalam buku-buku yang membahas tentang organisasi, baik dibicarakan sebagian atau keseluruhannya. Di sini tidak kita kaji semuanya, hanya yang ada kesesuaian denga remaja masjid. Untuk memahami pengertian aneka jenis organisasi, dipersilahka untuk mempelajarinya di buku-buku keorganisasian.
Pemilihan jenis organisasi akan memberi pengaruh terhadap sistem kerja Pengurus dalam menjalankan aktivitasnya. Yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuannya dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Menurut hemat kami, yang paling sesuai untuk Remaja Masjid adalah jenis lini-staf, yang merupakan perpaduan (kombinasi) antara organisasi lini dan staf. Dengan menerapkan jenis organisasi ini, insya Allah, akan diperoleh beberapa keuntungan, antara lain:
Organisasi lini-staf merupakan suatu organisasi dengan wewenang dilimpahkan dari pimpinan atas kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang, baik pekerjaan pokok maupun bantuan. Di bawah pimpinan, bilamana perlu dapat diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi dapat memberikan nasehat atau bantuan tentang bidang keahlian atau pelayanan tertentu.
Yang dimaksud dengan lini (line) dalam struktur Pengurus Remaja Masjid adalah Pengurus-pengurus yang secara langsung terlibat dalam usaha melaksanakan tercapainya tujuan organisasi. Pengurus-pengurus lini berhak untuk mengeluarkan perintah, membuat keputusan, menetapkan dan menafsirkan kebijakan (policy) organisasi, memberikan laporan pertanggungjawaban dan lain sebagainya, sesuai dengan wewenang dan tugasnya.
Sedang yang dimaksud dengan staf (staff) adalah Pengurus-pengurus yang tidak secara langsung terlibat dalam usaha melaksanakan tercapaian tujuan organisasi. Adapun fungsi utama staf adalah melakukan usaha-usaha penunjang yang berkaitan dengan penelitian, analisa data dan informasi, rekomendasi, perencanaan, pengontrolan, koordinasi, pelayanan dan nasehat. Tentu saja harus disesuaikan dengan kedudukan dari masing-masing staf tersebut, baik sebagai staf umum (general staff), staf ahli (special staff), staf pembantu (auxiliary staff) maupun staf pribadi (personal staff). Keberadaan staf-staf tersebut tergantung dari pada besar kecilnya organisasi Remaja Masjid yang bersangkutan.